Wedding....
semua pasti seneng sama yang namanya pernikahan.. (ya jelas lah, pernikahan kan beda sama kematian kaleee... halooo)
Pernikahan itu sekali seumur hidup, dan cuma makan waktu beberapa jam dalam hidup... orang - orang yang udah merit mengatakan... THE BIG DAY IN MY LIFE....
Benernya gw ga gt setuju sih...
Soal Big day.. semua hari bisa menjadi spesial dalam hidup tergantung bagaimana kita memandangnya.
Hari pertama kerja pun bisa jadi BIG DAY dalam hidup , misalnya karena lo dah kelamaan nganggur, bertapa di rumah , berkutu dan jamuran.. dan tiba-tiba lo dapat kerjaan dengan gaji WAH... Berasa ngimpi kaliiii
Pernikahan bagi gw adalah satu tahap kehidupan, awal dari kehidupan baru... dan gw berharap menjadi pertama dan terakhir buat gw..
banyak orang mengatakan ... 'INI adalah pengalaman sekali seumur hidup!!!' harus dirayakan!!!!
Kembali kepada pandangan dan gaya hidup seseorang..... jika lo anak pejabat, artis, sosialita, tentunya lo ga pengen pesta yang biasa-biasa saja kan?
Laen urusannya kalo lo anak dari keluarga 8P (Pergi Pagi Pulang Petang Pantat Pegal Penghasilan Pas-pasan) dompet cuma buat nyimpen KTP aja.
so, gw cuma mao mengatakan... pernikahan bukan awal kebahagiaan, tapi awal malapetaka jika loe hanya menekankan dari sudut RESEPSI
Why gw mengatakan demikian?
1. Pastinya loe mao ngerayain pernikahan agar terus berkesan dan diingat seumur hidup, akibatnya.. buat ngadain resepsi yang tidak biasa... alhasil ada yang mengambil jalan.. BERHUTANG....
2. Setelah BIG DAY Yang luar biasa itu. loe dan pasangan loe akan banting tulang bayar HUTANG. sementara itu lo berdua akan menghadapi REAL LIFE dari kehidupan berkeluarga...
(anak, keluarga besar, hubungan mertua menantu, masalah ekonomi, dllllllllllll)
3. Pernikahan pada awalnya manis, makanya ada istilah HONEYMOON, tapi apa kebahagiaan ntu bakal terus menerus seperti akhir kisah dongeng ---> pangeran dan putri hidup berbahagia selama - lamanya?
Gw itu berpikiran realis.. jika lo cuma membayangkan pernikahan seperti kisah dongeng, alhasil angka perceraian di Indonesia akan meningkat pesat seperti harga bbm
KENAPA gw berbagi cerita ini, karena gw mao juga mao merit. Buat para calon pengantin... cobalah berpikir jangan hanya berpatokan pada CINTA buta saja.
4. Membangun rumah tangga membutuhkan pondasi dasar, kasih sayang , kejujuran, ketulusan, memberi dan menerima. ini yang kayaknya tidak disadari oleh sebagian banyak orang.
ada yang bilang.. 'ya jalani saja... ya.. dicoba dulu... LOH... PERNIKAHAN memangnya bisa coba-coba?
------pusing------
dari sedikit penjelasan gw diatas, gw mao menekankan bahwa dalam pernikahan, yang terpenting bukanlah RESEPSINYA, tapi lebih kepada kesiapan mental diri pribadi sebagai suami istri.
resepsi sah - sah saja, asal sesuai dengan kantong ... dan saran gw, saat lo akan mengadakan resepsi pernikahan lo harus :
1. Melihat kenyataan yang ada.. lihat keadaan keuangan, buat prioritas dalam hidup lo... apa loe pengen pesta kayak ratu, tapi lo ga punya rumah? ato beberapa tahun hidup loe sebagai suami istri dihabiskan untuk membayar hutang BIG DAY
2. Jangan iri atau membandingkan dengan orang lain. Kebahagiaan itu kita yang punya, bukan orang lain. ada pepatah yang mengatakan jangan lihat keatas tapi lihat ke bawah juga. Jadi , saat loe menangisi diri loe yang ga bisa pesta kayak sosialita --yang memakan biaya milyaran.. loe lihat orang - orang miskin, mereka yang baru kena bencana, yang tidak bisa makan kenyang , yang jangankan memikirkan pernikahan mewah, sudah bisa makan pun syukur...)
2. MENULIKAN diri terhadap omongan dari pihak- pihak lain... Tak ada pesta yang benar - benar sempurna, setiap orang akan lebih mudah melihat 'cacat' orang lain daripada dirinya sendiri, maka, tutup telinga dan tersenyum... pasti ada saja omongan 'ih.. makanan tak enak, dandannya jelek, dlll.....)
sekian dulu tips dari gw... besok2 gw bakal update perjalanan gw menuju pernikahan --' apapula itu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar